Jakarta - Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya pebalap muda Afridza Munandar. Kemenpora akan beri apresiasi.

Afriza, 20 tahun, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia saat berlaga di Asia Talent Cup (ATC), Sabtu (2/11/2019). Peristiwa nahas itu terjadi di race pertama pada tikungan 10 ketika balapan baru memasuki putaran pertama.

Gatot menyadari bahwa semua olahraga otomotif memiliki risiko tinggi. Meski begitu, Gatot berharap insiden Afridza tidak akan menyurutkan minat untuk menggeluti balapan di masa depan.

"Saya baru saja dengar dari rekan media. Kami menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya atlet balap Indonesia di Malaysia. Mereka ini yang menjadi front line kita di event-event olahraga dunia, khususnya MotoGP. Cuma nanti kami akan koordinasi dengan IMI untuk memastikan sebab kecelakaan itu (terjadi) kata Gatot di Shangri-La Hotel, Sabtu (2/11/2019).

"Yang kedua, olahraga di otomatif kemungkinan terjadi kecelakaan tinggi, ya naudzubillahmindzalik jangan sampai terjadi lagi. Poinnya jangan menimbulkan trauma masyarakat atau orang tua yang anaknya bergelut di dunia itu kemudian mereka ada alergi. Makanya, saya akan komunikasi dengan ketua IMI Sadikin Aksa untuk menentukan langkahnya seperti apa ke depan," dia menjelaskan.

Koordinasi yang dimaksud, Gatot menjelaskan, berkaitan dengan penyebabnya insiden pada saat event atau ada sebab lain.

"Ini perlu diketahui. Karena ada terjadi kemungkinan dicurangi oleh pihak kompetitor kalau begitu kita berhak protes keras ya, atau sebab yang diakibatkan yang bersangkutan sendiri itu beda kasus ya," ujarnya.

Selain menyampaikan duka, Gatot mengungkapkan bahwa Kemenpora juga berencana untuk memberikan apresiasi.

"Utntuk santunan tak ada tapi adanya empati. Contoh Alfin Lestaluhu, saya sudah telepon Bapak Deputi III. Kebetulan Alfin anak kami juga intern. Itu ada bonus juara dunia ada bulutangkis, panjat tebing, kalau bisa ada empati untuk memberikan kepada Alfin. Jadi tidak hanya yang juara saja yang diberi. Atlet yang meninggal tentu juga patut diberikan apresiasi di kantor," dia menegaskan.