Jakarta - Polres Jaksel menggelar Operasi Premanisme di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut, ada 15 orang juru parkir yang diamankan polisi.

Mereka ditangkap tanpa perlawanan. Kelimabelas juru parkir itu selanjutnya dibawa ke Polres Jakarta Selatan untuk diperiksa.

Salah satu juru parkir, Margono ikut diamankan polisi. Ia mengaku mendapat uang jutaan per hari dari hasil memarkirkan kendaraan di kawasan tersebut.

Namun kata Margono, ia harus menyetor ke Pak Haji sebesar Rp 1,7 juta per harinya. Bila Rp 1,7 juta tidak bisa didapat, lanjut Margono, dia harus menutupi kekurangannya dengan memakai uangnya sendiri.

"Kalau enggak bisa, ya nombok Pak. Patungan sama yang lainnya," tutur dia.

Terpantau, anggota polisi yang bertanya ke juru parkir ini tidak percaya. Dia pun sempat bertanya siapa Pak Haji yang dimaksud. Namun, baik Margono dan juru parkir lainnya, tidak menjawab.

Tak lama setelah itu, belasan juru parkir ini dibawa ke ruang Satreskrim untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Andi mengatakan, operasi premanisme ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan di wilayah Jakarta Selatan.

"Beberapa hari ini kita memonitor ada kejadian viral, kita berharap agar di wilayah kita tidak ada tindakan premanisme, intimidasi atau yang membuat keresahan," kata Andi.