"Bentuknya agak tinggi, kayak lincak (dipan). Dicor," ujar Edi.

Sunyono sendiri, sambung Edi, sudah sekitar 7 bulan tidak diketahui keberadaannya. Rumah itu kini hanya ditempati istri Sunyono, Busani (45).

Edi menceritakan, pada Jumat (1/11) dia didatangi salah seorang anak Sunyono bernama Bahar (27). Saat itu Bahar baru pulang dari tempat kerjanya di Bali.

"Bahar ini pekerjaannya merantau di Bali," kata Edi.

Kepada Edi, Bahar menceritakan hasil perbincangannya dengan Busani. "Malam jumat kemarin itu Bahar ini telepon ibunya si Busani dan bercerita bahwa ibunya ini gak jadi nikah sama 'J' (menyebut nama seorang pria)," jelas Edi.

Busani tak jadi menikah dengan J karena istri J yang selama ini merantau ke Arab Saudi sudah pulang. Setelah mendapat cerita itu, Bahar kemudian menanyakan kabar ayahnya, Sunyono kepada Busani.

"Tapi sama Busani ini Bahar diminta gak usah tanya-tanya ayahnya lagi, karena ayahnya sudah dibunuh sama J itu," kata Edi.

Bahar kemudian terus mencecar pertanyaan kepada Busani kenapa ayahnya dibunuh. Busani menjawab karena Sunyono memergoki Busani saat bersama J.

"Katanya waktu itu Busani ini kepergok sama J di rumahnya oleh Sunyono ini. Kemudian, Sunyono dibunuh dan dikubur di di bawah lantai musala yang ada di dapur. Itu ceritanya Bahar lo ya, waktu datang ke saya," kata Edi.

Atas pengakuan itu, kasusnya kemudian dilaporkan ke polisi. Usai menerima laporan, petugas langsung datang ke lokasi.

"Lantai musala itu dibongkar. Saya tidak jelas, tapi ada semacam kain di lokasi musala yang dibongkar itu," kata Edi.

Menurut Edi, ada 3 orang yang sudah diamankan di Mapolsek Ledokombo. Mereka yakni Busani, Bahar dan pria berinisal J.

"Saat ini rumah Sunyono masih dijaga polisi," pungkas Edi.