Tapa Pendhem Seperti Mbah Pani, Apa yang Bisa Terjadi pada Tubuh?


Jakarta - Supani atau Mbah Pani yang berusia 63 tahun menjadi fenomena setelah berhasil melakukan tapa pendhem. Ritual ini dilakukan dengan cara dikubur dalam kondisi hidup selama 5 hari 5 malam.

"Saya belum bisa memberikan komentar karena kekuatan saya saat ini baru sebatas ini. Nanti akan saya jawab setelah kondisi saya pulih, kepala saya masih sakit. Apabila saya sudah fit, sudah kuat, saya siap melaksanakan pembicaraan dengan teman-teman semua," kata Mbah Pani dikutip detikcom.
Dikubur dalam kondisi hidup sebetulnya sempat beberapa kali terjadi di berbagai belahan dunia. Dikutip dari Medical Daily, dikubur hidup-hidup bisa berisiko bagi kesehatan manusia. Berikut hal yang bisa terjadi pada tubuh saat dikubur hidup-hidup:

1. Katalepsi

National Institutes of Health menjelaskan katalepsi sebagai kondisi saat respon tubuh terhadap suatu rangsangan makin menurun. Mereka yang dalam kondisi katalepsi juga cenderung mempertahankan postur tubuh tanpa banyak bergerak. Otot menjadi kaku layaknya pada mayat dengan napas yang lambat. Katalepsi mengakibatkan orang hidup terlihat seperti mati.

2. Hipotermia

Mereka yang terkubur atau dikubur hidup-hidup biasanya mengalami hipotermia hingga hilang kesadaran. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini mengakibatkan detak jantung lemah dengan napas pelan dan dangkal. Hipotermia bisa diakibatkan konsumsi antidepresan, bius, atau narkotika yang mengganggu kerja tubuh mengatur suhu.

3. Bradikardia

Kondisi ini adalah saat detak jantung sangat lambat dan pelan, hingga seseorang terlihat seperti meninggal. Keadaan ini rentan dialami mereka yang sebelumnya pingsan saat terkubur hidup-hidup. Dikutip dari Mayo Clinic, bradikardia bisa diakibatkan gangguan jantung atau tiroid yang kurang aktif.

4. Lazardus syndrome

Sindrom ini terjadi pada orang yang tiba-tiba hidup, padahal sudah dinyatakan meninggal sebelumnya. Pada sindrom ini, jantung kembali berdetak tanpa sebab yang kurang diketahui.

Post a Comment

0 Comments