Yogyakarta - Penemuan kerangka Ayu Shelisa di dalam septic tank milik mertuanya Waluyo di Bantul membuat keluarga kaget. Selama 10 tahun terakhir Shelisa disebut minggat, sementara saudari kembarnya Ayu Lelisa sempat punya firasat. Saudari kembar Shelisa pun mulai menaruh curiga.

"Pas Sheli hilang itu saya sudah curiga mas, karena Edi sempat saya tanya tidak jawab, dan saya temui rumahnya juga tidak ketemu-ketemu dia," kata Leli saat dihubungi  melalui sambungan telepon, Jumat (27/12/2019) sore.

Kecurigaan Leli berawal saat adiknya membolos kerja di salah satu stan Pasar Malam Sekaten. Kala itu, Shelisa tiba-tiba tak bisa dihubungi dan tak memberi kabar. Dia pun tak menyangka tahun 2010 itu merupakan kali terakhirnya bertemu Shelisa.

"Terus aku cari ke rumah suaminya (Edi Susanto), suaminya bilangnya sudah 'ku antar ke rumah' (orang tua Sheli di Kota Yogyakarta)," terangnya.

Selain itu, Leli juga pernah menyaksikan adiknya itu bertengkar dengan suaminya. Apalagi Edi kerap ringan tangan ke Sheli. Keluarga pun tak menyangka nasib Sheli berakhir tragis di dalam septic tank.

"Kalau dulu, jujur (Sheli dan Edi) kerap bertengkar di depanku juga, sampai babak belur," ujar Leli.

Leli yang kini bekerja di Sumbawa pun pernah melaporkan hilangnya Sheli ke polisi. Keluarga pun sudah membuat laporan kehilangan dan menyebarkan foto Sheli semasa hidupnya.

Leli pun merasa sangat kehilangan saat mengetahui Sheli sudah meninggal dan ditemukan sudah jadi kerangka di septic tank mertuanya di Bantul, Minggu (22/12) lalu. Apalagi Leli melihat ada kejanggalan dalam kematian saudari kembarnya itu.

"Dengan terungkapnya ini, saya mau diusut sampai tuntas. Khususnya bagaimana saudara saya bisa ada di dalam septic tank. Apalagi meninggalnya seperti tidak wajar gitu," harap Leli.

Dugaan polisi Ayu Shelisa dibunuh suaminya Edi Susanto yang tewas gantung diri di rumahnya Karangjati, Bantul, 11 November 2019 lalu. Sebelum tewas, Edi sempat menulis surat wasiat yang menyatakan ingin menyusul istrinya (Sheli) dan neneknya.

Berbekal surat itu, polisi meyakini bahwa sebenarnya Edi mengetahui Sheli telah meninggal. Padahal selama ini Sheli dikabarkan hilang meninggalkan rumah sejak 2009 silam.

"Makanya kenapa Kasat Reskrim saya (Polres Bantul) menduga Edi pelakunya (tanggal membunuh Sheli)," papar Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono.