Jakarta - Kamu suka kucing karena tingkahnya yang lucu atau ekspresinya yang menggemaskan? Kalau kucingnya "jenggotan" seperti yang satu ini gimana?

Iberian lynx. Demikian nama jenis kucing yang jenggotan itu. Jenisnya sih bukan kucing domestik yang biasa kita kenal karena mamalia ini merupakan kucing hutan. Nama latinnya Lynx Pardinus.

Dihimpun detikcom dari berbagai sumber, Jumat (27/12/2012), lynx yang dikenal sebagai kucing hutan ini awalnya diidentifikasi pada abad ke-19 di selatan Prancis, Portugal, dan Spanyol.

Yang membuat kucing ini spesial adalah jenggot di sekitar wajahnya. Kemudian ada jumbai hitam di telinga yang membuat wajah kucing ini semakin menonjol. Ekor kucing ini pun lebih pendek.

Kalau kucing biasa punya bulu yang berwarna-warni, lynx lebih mirip macan. Bulu coklat atau abu-abu dengan totol-totol hitam membuat kucing berjenggot ini semakin garang.

Meski terlihat sangat lucu, tapi jangan sekali-kali berdekatan dengan lynx yang termasuk predator. Lynx memiliki tubuh yang lebih besar dari kucing biasa. Dengan berat sekitar 10-13 kg, lynx memiliki tinggi sekitar 88-100 cm. Sebagai predator, lynx memangsa hewan yang lebih kecil seperti kelinci, rusa muda dan ayam hutan.

Pada bulan Maret dan April, lynx akan beranak dengan jumlah 2-3 ekor. Jumlah ini lebih sedikit dari kucing biasa.

Pada tahun 2002, kucing berjenggot ini hanya tersisa kurang dari 100 ekor di dunia. Adanya penurunan jumlah kelinci, kecelakaan mobil, perburuan liar, perangkap dan kehilangan habitat menjadi penyebab utama dari penurunan jumlah lynx di dunia.

Sejumlah organisasi non-profit seperti WWF dan Life Project mencoba untuk mengembangbiakkan hewan ini di habitat aslinya. Tahun 2015, jumlah kucing berjenggot ini naik hingga 404 ekor. Meski begitu upaya pengembangbiakan masih terus dilakukan agar statusnya tidak lagi terancam punah.