Bogor - Anggota DPRD Kabupaten Bogor Adi Suwardi dilaporkan Yudi Abadi ke polisi karena dugaan melakukan penganiayaan. Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudi Susmanto mengatakan pihaknya menghormati proses hukum.

"Intinya kami satu, kami tidak akan berat sebelah. Biarkan proses hukumnya seperti apa, kita akan ikuti proses hukum yang ada. Posisi saya saat ini tidak memihak salah satu. Saya ada di tengah-tengah," kata Rudi ketika dihubungi, Selasa (2/12/2019).


Dia menjelaskan, sanksi yang akan diberikan kepada Andi Suwardi bila ditetapkan sebagai tersangka, belum diketahui. Sebab, lanjutnya, Badan Kehormatan DPRD (BKD) Kabupaten Bogor yang memiliki wewenang untuk menindaklanjuti.

"Nah kalau bicara langkah ke sana (pemecatan), wewenangnya kan ada di partai masing-masing. Nah jadi kalau BKD mengambil sebuah langkah, tentu akan direkomendasikan ke partai tersebut," lanjutnya.

Namun, kata Rudi, ia ingin agar kedua belah pihak bisa melakukan musyawarah.

"Tapi kalau kedua belah pihak punya langkah masing-masing, sok mangga. Tapi yang terpenting, langkah yang diambil jangan sampai keluar dari aturan hukum yang ada di negara kita," tutur dia.

Seperti yang diketahui, Yudi melaporkan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Adi Suwardi, karena ditampar. Yudi mengaku penganiayaan itu berawal saat dirinya menerima amplop dari calon kepala desa (kades) lain saat pemilihan kepala desa (pilkades), pada 3 November 2019, sekitar pukul 19.30 WIB.

Yudi sendiri mengaku merupakan Koordinator RT (Korde) calon kades 02 Desa Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, yakni Yusuf Aditya. Yusuf, kata Yudi, adalah anak Adi.

"Saya ditampar. Ada sekitar empat kali (ditampar), di sekitar pipi," kata korban, Yudi, usai membuat laporan, di Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (5/11).

Sementara itu, Adi Suwardi mengatakan masih punya hubungan keluarga dengan korban. Selain itu, Adi menyebut Yudi juga tim suksesnya. Adi juga menyebut Yudi berlebihan.

"Betul, betul. Tamparan itu tamparan gregetan, gimana sih. Tapi kalau versi Yudi kalau itu bagian daripada tamparan, segala macam, waduh, itu terlalu berlebih-lebihan," kata Adi ketika dikonfirmasi, Selasa (5/11).