Cerita Mencekam AEON Mall Cakung Kena Kepung

Jakarta - 
Sekelompok warga mengepung dan menyerang pusat perbelanjaan AEON Mall di kompleks Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur (Jaktim). Penyerangan itu disebut-sebut karena AEON Mall dianggap sebagai penyebab banjir di wilayah pemukiman warga. Penyerangan itu pun membuat suasana di mal tersebut sempat mencekam sebelum pihak kepolisian turun tangan mengendalikan situasi.
Penyerangan terjadi pada Selasa (25/2/2020) sekitar pukul 09.00 WIB. Warga menyerang club house Perum JGC, Kelurahan Cakung, Jaktim. Sekelompok warga dari sejumlah wilayah rukun warga (RW) yang berada di sekitaran mal mendatangi, mengepung, lalu menyerang.
Salah satu karyawan yang bekerja di salah satu outlet AEON Mall, Multasan (19), menceritakan kepanikan para pekerja saat mal tersebut diserang.

"Kejadian itu saya tahu pas demo. Saya lagi di ruang karyawan, pas saya keluar, massa pada buka gerbang," kata di lokasi.
Multasan menyebut warga sempat melempari mal dengan sejumlah barang. Akibatnya, kaca-kaca outlet pecah.
"Akibat kerusakan, ada lemparan besi sama dipakai buat troli. Jadi kacanya sampai pecah. Ada juga (massa) yang mau masuk ke tempat kerja kita. Tapi kita tahan-tahan akhirnya dia kena kaca," lanjutnya.
Dia menjelaskan massa berjumlah ratusan. Para demonstran ini membawa kayu dan besi.

Multasan mengatakan kericuhan terjadi di lobi selatan. Massa melempar batu ketika sudah berada di lobi selatan.
Situasi pun dikatakannya mencekam. Multasan mengaku takut ketika kericuhan terjadi.
"Kita mau keluar, massa demonstran bisa gimana ya. Merasa takutlah, apalagi yang cewek-cewek sudah teriak-teriakan," ungkapnya.
Dia pun menerangkan ada 2 sekuriti yang mencoba menahan demonstran. Namun sekuriti ini, katanya, terpaksa mundur karena tak kuat menahan massa.

Multasan mengatakan sekuriti dipukul dan dilempari batu. Sekuriti mundur karena khawatir massa semakin mengamuk.
"Iya, ada yang kena dikit. Cuma dia tetap nahan (massa). Cuma dia nggak kuat akhirnya mundur juga. Satu sekuriti (terkena lemparan batu)," jelasnya.
Multasan mengaku tidak mengetahui penyebab kericuhan ini. Dia hanya mengatakan warga melakukan demo karena kawasan sekitar Kayu Tinggi, Cakung, banjir.
"Kurang tahu juga. Cuma masalahnya Minggu ini banjirnya makin parah," pungkas dia.
Kembali ke protes warga, seorang warga Lastri (45) menyebut pembangunan AEON Mall tidak memperhatikan saluran air. Dia pun kaget semenjak ada AEON Mall wilayah rumahnya kerap terendam banjir.
"Kaget. Dulu di mana-mana banjir, di sini nggak. Semenjak JGC jadi, langsung (banjir). Sebenarnya waktu nggak ada ono (JGC) kering aja terus, nggak pernah banjir," kata warga RT 2/6 Kampung Kandang Sapi, Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Lastri, ketika ditemui di depan rumahnya, Selasa (25/2/2020).
Lastri mengatakan banjir di Kampung Kandang Sapi sudah terjadi 3 kali, yakni pada awal 2020, Minggu (23/2) lalu, dan hari ini. Dia mengungkapkan, selama 19 tahun tinggal di Kampung Kandang Sapi, banjir baru terjadi sejak awal tahun kemarin.

Senada, warga Kampung Kandang Sapi lainnya, Rustam Afendi (56) menjelaskan, pihak JGC tidak memerhatikan saluran pembuangan air ketika melakukan pembangunan. Kawasan yang dulunya rawa, diubah untuk pembangunan.
Akibatnya, pemukiman Kampung Kandang Sapi terkena limpasan air ketika hujan. Dia menyebut, banjir terparah pada Minggu kemarin, yakni dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. Untuk hari ini, tinggi air 1 meter kurang.
"Kemarin baru rapi, 2-3 jam, banjir lagi. Aduh capai banget," ungkap Rustam.
Sementara itu, Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian menyebut kericuhan terjadi karena salah paham. Ada sekelompok warga yang terpecah.
"Ada miskomunikasi, yang sebagian (warga) mediasi, yang sebagian ada menuju ke sini (AEON Mall JGC Cakung)," kata Arie di lokasi kejadian menjelang sore.
Arie menjelaskan, massa yang melakukan perusakan adalah masyarakat dari 4 RW yang tinggal di sekitar AEON. Namun Arie tak menjelaskan secara rinci masyarakat dari wilayah mana yang melakukan kericuhan.
Dia mengatakan warga telah melakukan mediasi dengan pengelola Jakarta Garden City (JGC) untuk membicarakan masalah banjir. Sedangkan massa yang tidak melakukan mediasi, kata Arie, datang ke AEON dan melakukan perusakan.
"Ada beberapa yang dirusak, antara lain kaca di dua konter, terus gate parkir, dan pos parkir. Terus juga traffic cone juga ada yang dirusak. Termasuk pagar ada yang dirusak," ucap dia.
Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan. Massa pun dipukul mundur.

Penyelidikan sampai saat ini masih dilakukan. Polisi kini mengusut otak di balik perusakan mal tersebut.
"Sedang kami dalami (dugaan pelaku lain) yang jelas sekarang pengamanan baik dari TNI dan Polri, tetap berjaga di sini. Dari Brimob, Sabhara, Polda Metro, Kodim, akan standby di sini sampai bisa dipastikan situasi benar-benar kondusif," pungkas Arie.






Post a Comment

0 Comments