Jakarta - 
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dievakuasi dari kota Wuhan, China, tempat menyebarnya wabah virus corona (2019-nCoV). Dari 245 orang yang sebelumnya dikabarkan, menyusut menjadi 238 orang karena alasan enggan dievakuasi dan tidak lolos tes kesehatan.
Sebelum bisa kembali pulang, para WNI tersebut rencananya akan dikarantina terlebih dahulu selama dua minggu di Natuna, Kepulauan Riau.
"Untuk memastikan dalam satu siklus inkubasi, yang kita kenal itu adalah 14 hari, mereka tidak menjadi sakit. Artinya tidak jadi sakit betul-betul clear, dan mereka tersertifikasi tidak membawa penyakit," kata Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto pada , Minggu (2/2/2020).
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyarankan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan otoritas saat menangani WNI yang kembali dari China, khususnya Wuhan.
PDPI menyarankan agar otoritas menyiapkan alur khusus di bandara sehingga para penumpang dari Wuhan tidak berkontak dengan penumpang lain. Bila ada yang flu atau demam segera bawa ke rumah sakit sementara yang lain di karantina.
Di tempat karantina PDPI menyebut foto toraks (rontgen dada) bisa dilakukan sebagai langkah merekam data awal.
Tidak lupa juga dukungan kesehatan mental sehingga para WNI tidak merasa tertekan selama menjalani karantina dan nantinya kembali ke masyarakat.
"Adakan konseling dengan psikolog bagi yang mengalami masalah psikis," tulis PDPI dalam keterangan yang diterima pada Minggu (2/2/2020).
Bila ada satu saja kasus terkonfirmasi selama masa evakuasi dan karantina, maka seluruh WNI dalam rombongan yang sama harus dianggap sebagai orang yang melakukan kontak dekat.