Jakarta - 
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut tidak perlu dilakukan upaya sterilisasi di lokasi dansa WNI yang positif virus corona. Kemenkes menyebut penularan virus bukan terjadi lewat benda.
"Nggak perlu, nggak perlu. Apa akan nular lewat benda? Nggak mungkin toh," kata Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Yuri mengatakan, penularan virus corona kemungkinan terjadi lewat bersin. Terlebih, satu WNI tertular virus corona setelah dansa dengan WN Jepang.
"Ini kan droplet. Sekarang droplet tuh kan percikan. Apa iya ada orang yang batuk bersin percikannya sampai 10 kilo? Kan nggak mungkin. Nah kalau dansa kan nggak mungkin punggung-punggungan kan? Ya sudah lah bisa diterjemahkan," ujar Yuri.
Selain itu, dia juga menilai rumah korban virus Corona di Perumahan Studio Alam Indah, Depok tak perlu disemprot disinfektan. Yuri memiliki alasan tersendiri mengapa disinfektan tidak perlu dilakukan.
"Ngapain? Virusnya sudah nggak ada. Virus itu kayak benalu, hanya hidup di pohon yang hidup. Kalau pohonnya mati, virusnya mati. Lha kalau droplet atau percikan ini jatuh ke meja dan lebih dari 5-10 menit, mati cell-nya. Virusnya mati juga," tutur Yuri.
"Jadi virus ini ngga gentayangan kayak debu. harus ada inangnya karena dia hidup di dalamnya. kalau inangnya mati, matilah dia," ujar Yuri.
Sebelumnya, Menkes Terawan Agus Putranto mengungkapkan warga Depok tertular virus corona setelah ikut dansa dengan warga negara Jepang di Klub Paloma, Jakarta. Klub tersebut kini tetap buka dan melayani pelanggan.
Pantauan detikcom di depan Paloma, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020), tempat tersebut masih buka setidak-tidaknya hingga pukul 18.00 WIB. Sejumlah tamu juga terlihat keluar masuk dari pintu depan bistro tersebut.
Pintu masuk Paloma berada sekitar 5 meter dari bibir jalan. Pintu kaca dan tanaman hias menutupi bagian depan bistro tersebut.
Redaksi mendatangi Paloma untuk meminta tanggapan mengenai pernyataan Menkes Agus Terawan yang menyatakan WNI berusia 31 tahun itu diduga tertular saat berdansa dengan WN Jepang di Paloma. Redaksi telah meminta ke pihak keamanan Paloma untuk dapat bertemu dan meminta tanggapan manajemen, namun pihak keamanan belum memberikan izin.