Bagi para pekerja yang memiliki sistem kerja shifting, memiliki pola tidur yang teratur merupakan suatu hal yang diidam-idamkan, tapi sulit dilakukan. 

Akibat pola tidur yang tidak baik ini, berbagai masalah kesehatan mungkin akan timbul dalam jangka panjang. Namun, untuk menghindari hal tersebut ada beberapa tips yang bisa dicoba oleh Anda yang terikat dengan pekerjaan yang mengharuskan beraktivitas di malam hari, agar kualitas tidur dan kesehatan tetap terjaga. 
Dikutip dari WebMD, terdapat 9 tips yang dapat diupayakan untuk menghindari gangguan kesehatan akibat bekerja di malam hari.
1. Ambil jeda
Jika memungkinkan jangan bekerja di  shift malam secara berturut-turut, karena hal ini akan membuat Anda kekurangan waktu untuk beristirahat. Ya, meskipun memiliki waktu kosong di saat siang hari, namun akan sulit bagi kita untuk benar-benar beristirahat dan tidak terdistraksi dengan beragam kegiatan lain di luar pekerjaan. Selain menjeda waktu kerja agar tidak berturut-turut mendapat shift malam, mengambil libur di antaranya juga dapat banyak membantu Anda mendapatkan waktu istirahat yang baik.

2. Hindari perputaran shift
SHIFT kerja antara siang dan malam yang tidak diputar-putar akan memberi dampak yang lebih baik bagi tubuh Anda. Ini penting bagi proses penyesuaian yang dilakukan oleh tubuh. Semakin sering diputar, maka dalam bahasa sederhana, tubuh akan sulit menemukan pola istirahat yang tetap.  Jadi sebisa mungkin hindari jadwal kerja yang tidak tetap, dan cenderung sering berganti-ganti antara siang dan malam secara tidak pasti.

3. Tempat kerja terang
Pastikan tempat kerja Anda mendapatkan pencahayaan yang terang benderang menggunakan pencahayaan yang memadai. Ini berkaitan dengan ritme sirkadian yang dikendalikan otak. Ia bertugas memberi tahu tubuh kapan harus bangun dan kapan harus tidur. Dan cahaya menjadi faktor penentu bagaimana sirkadian ini bekerja. Cahaya ditangkap oleh otak sebagai sinyal Anda bisa memulai pekerjaan. 

4. Batasi kafein
Jangan biasakan meminum kopi atau minuman lain yang mengandung konsumsi saat Anda bekerja di shift malam.  Kopi memang baik untuk meningkatkan kesigapan, tapi tidak untuk dikonsumsi oleh Anda pekerja paruh malam. Kandungan kafein dalam kopi dapat mempersulit Anda untuk segera tertidur saat pekerjaan selesai dan sampai di rumah,

5. Hindari cahaya terang saat pulang
Seperti yang sudah disebutkan dalam poin sebelumnya, berkaitan dengan cahaya yang mempengaruhi kerja otak untuk menentukan waktu tidur, hindarilah pencahayaan yang terlalu terang saat keluar dari tempat kerja menuju rumah. Meminimalisir pencahayaan ini bisa mempermudah kerja otak untuk memerintahkan tubuh segera tidur, sesaat setelah sampai di rumah. Beberapa hal bisa dicoba, misalnya dengan mengenakan kacamata gelap, memakai pakaian bernada gelap, dan sebagainya.

6. Batasi kegiatan saat istirahat
Saat waktu tidur tiba, hindarkan semaksimal mungkin gangguan yang datang dari telepon, kunjungan teman, dan hal-hal lainnya.  Mengapa hal itu penting, karena semua itu akan mengganggu proses istirahat yang sedang tubuh Anda jalani.

7. Minimalisir cahaya masuk
Saat beristirahat di siang hari karena memiliki waktu kerja di malam hari, usahakan menggunakan tirai yang mampu memblokade cahaya masuk. Lagi-lagi berkaitan dengan sistem kerja otak yang mendeteksi cahaya sebagai tanda untuk tubuh beraktivitas. Cahaya yang masuk ke ruangan Anda dapat membuat otak memerintahkan tubuh untuk bangun dan beraktivitas. Padahal Anda tengah beristirahat setelah berkegiatan di malam harinya.