Gunung Merapi Alami Dua Kali Gempa Guguran Tim detikcom - detikNews



Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan Gunung Merapi mengalami dua kali gempa guguran hari ini. Gempa guguran terjadi mulai pukul 06:00-12:00 WIB.

"Dua gempa guguran itu amplitudonya 4-5 mm dan berlangsung 12.6-42.04 detik," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, dalam keterangan tertulis, Minggu (3/11/2019).

Gempa guguran adalah getaran akibat bongkahan-bongkahan batuan berukuran besar terlepas dari kubah lava. Selain gempa guguran, BPPTKG juga mencatat satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 mm yang terjadi selama 75.2 detik.

Hanik mengatakan berdasarkan pengamatan visual di puncak Gunung Merapi asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 450 meter di atas puncak kawah. Cuaca di Gunung Merapi tampak cerah, berawan, mendung, dan terjadi hujan.

Hanik mengatakan, angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur. Suhu udara 20-22.3 derajat Celsius, kelembaban udara 37-96 persen, dengan tekanan udara 629.92-709.65 mmHg dan volume curah hujan 2 mm per hari.

Sementara itu, pada periode pengamatan sejak Sabtu (2/11) pukul 00:00 WIB hingga Minggu (3/11) pukul 06:00 WIB, BPPTKG sama sekali tidak mencatat adanya guguran lava yang keluar dari Gunung Merapi.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Untuk sementara, BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Sehubungan dengan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG juga mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

"Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG," tutur Hanik Humaida.


Post a Comment

0 Comments